waktu kecil gue pernah baca buku cerita terjemahan (salah satu karyanya andersen? mungkin ya, mungkin juga gak. lupa!) soal tamu yang ketulangan duri ikan. samar-samar gue inget cerita itu.
tersebutlah laki-laki (sebut aja si om) yang bertamu di rumah mrs. brown (lagi-lagi nama ini asli fiktif). ia di jamu masakan ikan oleh nyonya rumah. saat makan malam itulah si om tersedak tulang ikan lalu diam tak bergerak.
mrs. brown takut bukan kepalang dan mengira si om mati. ia panik. segera diangkatnya tubuh si om yang diam tak bergerak dan menggeletakkanya di salah satu pekarangan tetangganya.
tak berapa lama ada tetangga mrs. brown yang membawa om yang tergeletak itu masuk ke dalam rumahnya. ia tahu, orang ini belum mati. ditepuk-tepuknya pundak si om dan dia masih diam. kali lain atas saran istrinya di pukulnya dengan keras pundak om yang malang ini. ajaib. sekejap om ini muntah dan ia tersadar.
berceritalah si om bahwa ia baru saja makan ikan dan durinya nyangkut di tenggorokan. ia berterima kasih pada tetangga mrs brown ini karena telah menyelamatkan nyawanya.
cerita yang sederhana. tapi gue inget waktu itu gue sempat berfikir, apa rasanya ya ketulangan? emangnya beneran sakit? soalnya gue sejak kecil terkenal jago makan tulang. kalo gue lagi makan ikan atau ayam jangan harap kucing sebelah gue bakal kebagian.
tapi siang ini gue kena tulahnya. saat lagi asik-asiknya menikmati pindang kepala patin tiba-tiba gue trsedak. sepotong tulang nyangkut di tenggorokan. sakitnya minta ampun. dan gue panik bukan main. temen gue sempat menyarankan untuk menelan segenggam nasi tanpa dikunyah biar tulang itu ikut tertelan. tak berhasil. tenngorokan gue maikn nyeri.
temen gue yang lain menyarankan untuk kumur-kumur dengan muka tengadah agar air masuk ke tenggorokan. gue sempat mau muntah waktu ngelakuin ini. bener aja. segera gue muntah dan samar-samar gue merasa selarik duri ikan turut keluar. alhamdulillah...
meski tenggorokan gue masih terasa sakit kalau menelan. kapok makan ikan? no way...!!!
Thursday, May 12, 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment