selamatkan indonesia dari peterpan...!!! teriak temen gue waktu lagu "ada apa dengan mu" bisa dengan mudahnya masuk ke telinga kita. mulai dari loby hotel sampe warung kopi di pinggir stasiun. ponakan gue yang baru berumur dua taun dan baru belajar ngomong pun hafal lagu ini. toh gue ikut menikmati semua kegilaan ini. beli dua kasetnya di toko resmi dan rela rugi 10 ribu untuk bayar nada sambung lagu "aku dan bintang" di ponsel gue. sempet tersirep sama penampakan ariel, meski gue tau doi gak bakalan level sama gue. berondong abis bouw... dan temen-temen gue bilang, "ih, diakan laki orang...?!"
so, what gitu lho...?! masak gara-gara dah merit trus gak boleh jadi idaman eh idola. nabi muhammad aja laki orang. dan kita menjadikannya idola. sebenarnya bukan idola juga sih (untuk ariel maksudnya bukan untuk nabi muhammad) gue pasti terpengaruh jualan yang blow-up abis sama media.
dulu juga sempet naksir berat dewa, mengoleksi kaset-kasetnya (sebelum album terakhir yang kontroversial itu. bukan karena pengen sok ngebela fpi dan organisasi turunannya. lebih karena format lagu-lagu dewa yang semakin gak jelas. segala laskar cinta lah dibawa-bawa. gue udah mulai merasa dewa menuju kejatuhannya saat rilis album arjuna mencari cinta. sok puitis tapi gak jelas gitu lho...).
sheila on 7 waktu album pertama juga sempet naksir. tapi kesininya juga makin gak jelas. trus slank juga, meski awalnya karena sering numpang denger kaset-kaset adek gue yang slankers abis dan sempet nonton live shownya di depok. ternyata keren juga ya... tapi ya trus berlalu.
eh, sama kla juga ding. itu pun sebelum akhirnya dirubah format sama katon yang makin gak katon. tiba-tiba berubah jadi "banci" sejak ketemu ira dan kehilangan daya magisnya dalam membuat syair yang dahsyat... wah, ngapain aja man selama ini..?!
lalu, ada apa dengan ariel? ya gak apa-apa juga. gue pengen banget bisa nonton live shownya. biar dibilang abg (angkatan babe gue?) yang gak inget umur. waktu di jambi kemarin, kesempatan itu nyaris aja gue dapet. konon katanya pula, mereka akan nginep di hotel yang sama tempat gue bermalam waktu itu. dan yang bikin tambah ngebet nonton waktu itu, menurut temen gue disana, tiketnya paling mahal paling 20 ribu. gak lebih bisa kurang malah. itu udah kelas vip lho. karena standar disana memang segituan, katanya...
tetapi... ada banyak hal yang memberatkan gue untuk nonton saat itu. pertama, tiket balik gue dah dibook. dan waktunya cuma beda 6 jam dengan kedatangan band ini ke hotel itu. ngenes banget gak seeh...?! namun begitu, sesungguhnya gue agak malu juga kalo ngakuin bahwasannya gue mundur pulang gara-gara nungguin peterpen. apa kata dunia persilatan tentang ini?
eh, dulunya sih gue sempet gak naksir pisan waktu mereka ngeluarin album pertama. ah, paling band "anak-anak" yang besoknya juga dah tenggelem. pun waktu mereka berhasil masuk muri karena rekornya main 48 jam non stop dibeberapa wilayah. biasalah cari sensasi... pikir gue waktu itu. tapi sejak virus "ada apa dengan mu" disebar dimana-mana, gue kepincut juga. lalu liat nongkrongannnya ariel, wah boleh juga ni anak. kreatif, low profile, n dewasa gitu lho kayaknya.. meski nyatanya ngehamilin anak orang ;-P wua...
dan di sore yang suntuk itu gue mampir ke disk tara. beli "bintang di surga" dan ngedengerin abis lagu-lagunya. gue suka syair-syairnya yang kadang gak jelas tapi menyiratkan pemberontakan. salah satu kalimat yang memberi inspirasi gue di album ini adalah saat ariel dengan suara seraknya teriak "aku menunggumu... mati dihadapanku..."
Tuesday, May 10, 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment