Thursday, June 23, 2005

Warteg 24 Jam

mungkin gue aja yang selama ini kuper ya...
kemarin malam gue diajak makan di warteg marmo. ini warteg katanya udah tenar kemana-kemana. tapi gue baru tau ada warteg ini semalam. kira-kira jam 10-an. setelah capek ngubek-ngubek perkakas di carrefour yang makin gila aja koleksinya.

apa yang istimewa dari warteg yang mangkal di tebet ini?
buat orang baru kayak gue mungkin agak berkesan. menunya lumayan lengkap (lebih banyak sih menu karnivora. so, buat vegetarian kayaknya mesti cari alternatif) meski dari segi rasa gak terlalu istimewa. porsi nasinya juga sedikit. macam porsi rumah makan padang lah. gue aja harus nambah. bukan karena ketagihan tapi memang gak nendang aja di perut.

keistimewaan lainnya: buka 24 jam. konon hari raya juga tetap buka. informasi yang terakhir ini tentu mesti di cek lagi.

di tengah timbunan lauk pauk dan ramainya pengunjung malam itu (katanya sih banyak juga artis yang mampir kesini...) gue sempet ngebet banget untuk nulis profil tentang warteg ini (mentang-mentang baru kelar kursus jurnalisme sastrawi mungkin...)

gue sempat bertanya-tanya, mana yang namanya pak warmo ya...?
temen gue gak ada yang bisa jawab. "mungkin juga udah mati". jawab temen gue enteng.
lalu berapa kira-kira omset seharinya ya? udah berapa lama pak warmo ini buka usaha? apa suka dukanya? udah keturunan yang ke berapa yang megang usahanya sekarang? apa hasil dari jerih payahnya selama ini?

bisnis rumah makan emang termasuk bisnis yang prospektif. kalau manajemennya bener tentu aja. karena banyak juga yang akhirnya gulung tikar. kabarnya bisnis beginian main dukunnya juga kuat. ini tentu perlu investigasi lebih lanjut. tapi bisnis makan pedagang kaki lima emang seringkali mengilik hati gue untuk bisa menelusurinya lebih jauh. sayang, biasanya keinginan hanya tinggal keinginan. apalagi gue juga belum tau mau di dayagunakan untuk apa tulisan gue nanti. selama belum mendesak dan gak ada funding yang bisa dijadikan sandaran biasanya keinginan ini menguap begitu aja. nanti juga lupa lagi. ketimbun sama keinginan lain.

malam itu sambil makan gue sempat ngelamun. mata gue sempat menangkap styreofoam kelap-kelip bertuliskan "warteg warmo, buka 24 jam" disalah satu ujung atas dindingnya. wah, ok juga nih buat diambil gambarnya. gue dah kebayang sudut-sudut mana aja yang bisa diambil. sayang gue gak bawa kodak (seperti biasanya... dasar jurnalis tanggung!)

No comments: